setelah berjalan jauh, akhirnya tibalah LionFist di kuil selanjutnya, kuil disitu terlihat sangat sempit tapi tinggi. Sangat sempit, bahkan lebih sempit daripada rumah berisi 1 orang tetapi bangunannya memiliki tinggi yang melebihi rumah berlantai 2.
LionFist : apa benar ini kuil yang dimaksud pertapa Boohae? Ah masuk saja..
segeralah LionFist membuka gerbang yang menjulang tinggi dari kuil itu. Saat dibuka, ada sebuah bayang bayang yang melintas masuk ke dalam kuil, dan langsung keluar dari kuil itu.
LionFist : hii.. apa itu barusan?
saat pertama LionFist terlihat takut, tapi dia memberanikan diri untuk masuk, karena dia tahu, saat terakhir, bayang bayang itu keluar dari kuil, bukannya masuk. Dan saat LionFist melihat isi dari kuil itu, terlihatlah tangga yang turun ke dasar, dasarnya tidak terlihat walau ada obor di setiap sisi permeternya, suatu aristektur yang aneh untuk seukuran kuil. LionFist pun mengikuti anak tangga yang menurun itu. Sangat dalam, sampai ketika dia tiba di dasarnya yang masih ada jalan lurus tak berujung dan ada jalan dari arah kiri saat ia turun, tapi yang terpenting dia sudah menemukan pertapa yang dimaksud.
Bashu : kau pasti LionFist
LionFist : bagaimana kau tahu?
Bashu : pertapa Boohae yang memberitahuku.
LionFist : tapi bagaimana bisa? Padahal aku.. dia masih.. apa dia yang baru saja? ah lupakan..
Bashu : hahaha.. jangan terkaget kaget nak, saat kau sudah menjadi monk yang hebat. Kau juga bisa melakukannya sendiri.
LionFist : ...........
Bashu : baiklah, kau ke sini, ingin mengikuti tes fisik bukan?
LionFist : bagaimana kau tahu?
Bashu : hahaha, semua yang datang ke sini, pasti ingin ikut tes fisik nak, kau harus tahu itu
LionFist : ahahaha *tertawa kecil*
Bashu : tes kali ini mudah, kau lihat jalan ini.. jalan lurus ini akan berbelok ke arah kiri di ujung sana. Pokoknya kau ikuti jalur saja, sehingga kau keluar dari lorong yang ada di kiri ku ini. Intinya ruangan ini membentuk jalur persegi untuk kau lalui
LionFist : aku tidak paham.
Bashu : /swt ini adalah tes fisik!! Tes marathon. Pokoknya berlari lah. Ikuti jalurnya. saat ku menyuruh mu berhenti, berhenti lah. Dan pada hitungan ke 3 kau harus berlari. 1.. 2... dan 3!!!!
LionFist : tapi.. aku..
Bashu : LARIII!!!
akhirnya LionFist pun berlari sekencang kencangnya melewati lorong lurus itu dan berbelok ke kiri, lurus.. belok kiri.. lurus dan belok kiri.. lurus hingga dia menemukan pertapa Bashu lagi. 1 putaran itu membutuhkan waktu 15 menit!!
LionFist : apa aku boleh berhenti?
Bashu : tidak.. lanjutkan terus..
LionFist : baiklah! Increase AGI!!
woooossshhh.. LionFist pun dapat berlari lebih kencang. Kali ini lebih cepat dari biasanya. Akhirnya dia mendapat 1 putaran lagi.
LionFist : sekarang boleh?
Bashu : kalau aku menyuruhmu berhenti, berhenti. Apakah aku menyuruhmu berhenti?
LionFist : !@#$%^&* tidak pak.
Bashu : lanjutkan.
begitu lah seterusnya, setiap putaran LionFist terus bertanya, apakah dia boleh berhenti? Tapi jawabannya tetap sama. Dan di saat putaran ke 6, LionFist menggerutu.
LionFist : Boohae bangsat!! Ini sih lebih mirip tes kesabaran daripada tes fisik!! /ire
ke 7, ke 8 tetap begitu. Saat putaran ke 9 dia tidak bertanya, sampai dia hampir menyelesaikan 10 putaran..
LionFist : si.. Bashu.. haahh.. haah.. ini mau.. hahh.. ke.. hah hah.. 10... sedikit lagi... haahh.. haaahh.. dapat.. haahh.. 10 putaran.. haaahh.. masak.. hah haah.. belumm.. haah haah.. selese... haahh aahhaa...
LionFist pun kecapek’an, dia sudah tidak kuat, walau sudah menggunakan Inc AGI berkali kali. SP dia pun juga sudah mau habis karena digunakan untuk Inc AGI. Tenaganya benar benar terkuras habis.
dan dia pun akhirnya menyelesaikan putaran yang ke 10.
Bashu : stop. Kau sudah melakukan sampai batas kemampuan mu. Berhenti lah, kau sudah lulus tes ini..
LionFist : h-o-r-e *suaranya lemas dan terbata bata*
dan... *BRUUKK* LionFist pingsan tidak sadarkan diri.
30 menit berlalu
akhirnya LionFist sudah mulai sadar dan pulih, saat benar benar sadar. Dia baru menyadari dia sudah ada di atas kasur di dalam sebuah ruangan di kuil yang sama.
LionFist : haaa?? Di mana aku?
Bashu : kau ada di kamar ku sekarang.
LionFist : haah? Kenapa aku tadi?
Bashu : tadi kau pingsan karena kecapek’an, tapi kau termasuk orang yang beruntung.
LionFist : apa maksudmu dengan beruntung?
Bashu : aku adalah pertapa yang dapat menyensor energi seseorang. Aku dapat tahu batas energi seseorang dengan melihat aliran chi dalam tubuhnya.
LionFist : waw, apakah ketika jadi monk, aku dapat melakukan itu?
Bashu : tidak, tidak semua orang bisa, hanya mereka yang terpilih yang bisa melakukannya.
LionFist : uhmm begitu. Lalu, apa yang kau lakukan dengan kekuatan mu itu?
Bashu : ya karena aku dapat mengetahui limit energi dari seseorang, maka aku harus memaksa seseorang bekerja sampai batas maksimum yang mereka bisa, benar benar sampai titik maksimum, bahkan tidak jarang ada orang yang mati ketika menjalani tes ini, tapi kau tidak, kau mempunyai tenaga yang hebat, dan keinginan yang kuat, sehingga kau bisa bertahan sejauh ini.
LionFist : tapi kenapa kau memaksa ku untuk mengerahkan seluruh tenaga ku?
Bashu : kau akan tahu jawabannya nanti. Sekarang kau harus menemui pertapa yang selanjutnya.
LionFist : masih ada lagi? /panic
Bashu : ya tentu saja, kau harus menemui pertapa Toomon, dia ada di sebelah timur dari kuil tempat pertapa Moohae berada.
LionFist : oh, pertapa yang sudah tua itu ya?
Bashu : huush, walaupun dia tua, dia adalah pertapa paling hebat dan paling senior di Kuil ini, kau harus tahu itu.
LionFist : ok lah.. aku berangkat dulu ya!!
Bashu : baiklah, hati hati ya.
LionFist pun bangkit dari kasur itu dan keluar dari ruangan tersebut, dia mencari anak tangga. Satu satunya anak tangga yang naik. Dia pun menaiki anak tangga itu sampai dia keluar dari kuil tersebut, sekarang dia harus menemui pertapa Toomon, dia pun bergegas ke tempat pertapa itu berada, karena dia sudah tahu dimana lokasi kuil selanjutnya. Hingga dia tiba.
by: Dwi Mega (LionFist)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar