Minggu, 24 Juli 2011

Eps 2 : The Great Loss

Di sebuah padang pasir yang luas di sebelah tenggara morroc, atau biasa disebut dengan padang pasir sograt, mereka berburu sandman dan hode. Sangat ganas, semuanya yang terlihat dalam pandangan mereka, dibantai, tanpa ampun


LionFist : aw, banyak sekali jumlah mereka
Vika : iya, sebanyak apapun kita mengalahkannya, mereka tetap saja muncul entah darimana
LionFist : tapi memang lebih baik begini, dengan ini, job lv kita bisa naik dengan cepat!
Vika : /ok

setelah pertarungan yang lama, dan melelahkan, mereka berdua memutuskan untuk berhenti sejenak

Vika : wow, aku lelah sekali.
LionFist : sama aku juga.. /panic
Vika : mau apple juice? Aku punya banyak, aku membuatnya sendiri lho..
LionFist : benarkah? Minta!!
Vika : ini /heh

dan begitulah, Vika dan LionFist begitu akrab, mereka saling berbagi, benar benar..... A K R A B
sambil mereka beristirahat dan meminum apple juice, mereka pun juga saling cerita tentang kehidupan mereka masing masing.

LionFist : vik, aku ingin tahu, kenapa kamu ingin menjadi seorang dancer, kenapa tidak memilih jadi hunter saja?
Vika : entahlah, tapi kurasa memang itulah panggilan hati ku, lebih baik menjadi dancer daripada hunter, karena semua dancer memiliki hidup yang bebas, tidak seperti hunter yang terfokus pada 1 tujuan, berburu berburu dan berburu, sedangkan para dancer sendiri, bebas memilih apa yang akan dilakukannya, persis seperti yang aku inginkan, kalau kk sendiri? Mau jadi apa? Priest? Atau Monk?

LionFist : uhmm, aku ingin menjadi monk setelah ini, karena aku sudah mempunyai janji dengan seseorang..
Vika : oh ya? Siapa itu?
LionFist : seseorang dari masa lampau, panjang dah kisahnya /heh
Vika : owh begitu /heh
LionFist : oh ya vik, ayo lanjut lagi hunt nya /gg
Vika : ok kk!!

mereka pun berdiri dan melanjutkan perburuannya, mereka membasmi semua monster yang ada di padang pasir itu sampai..

Vika : HORE!! Job ku udah penuh!! Aku sudah bisa berubah Profesi!!
LionFist : aku belum, kurang sedikit lagi /otl
Vika : tenang kk, pasti kutemenin kok sampai jobnya full kayak aku /heh
LionFist : ya makasih /sob

saat percakapan itu belum selesai, tiba tiba, dari bawah padang pasir, muncul lah Phreeoni di hadapan mereka!!

Vika : wah!! Ada Phreeoni!! Ayo kita lari!!
LionFist : apa? Siapa? Dimana?
Vika : itu di depan kita!! Dia MVP, kita belum bisa mengalahkannya, lebih baik kita mundur, daripada kita mati disini!
LionFist : Baiklah!!

belum sempat mereka melarikan diri, phreeoni menggunakan pasir untuk menjerat kaki Vika dan menyeret ke arahnya

Vika : kk!! Tolong aku!!
LionFist : Vika!!

namun LionFist terlambat, Vika pun sudah tertangkap oleh Phreeoni dan dia pun dicabik cabik oleh phreeoni, walau pun tidak sampai tewas, tapi Vika terluka parah. LionFist tidak bisa apa apa. Dia tidak bisa menyelamatkan Vika, jika dia maju, maka dia pun bisa bernasib sama seperti Vika.

LionFist : bagaimana ini? Aku bingung!! Arrrghh!!

LionFist pun putus asa.. dia tidak ada harapan untuk menolong temannya. Tapi disaat itu pula muncul segerombolan orang, mereka adalah Assasin Cross, Knight, dan Bard. Mereka pun menyerang phreeoni secara bersamaan.

SinX : hey!! Cepat kau bawa temanmu ke kota, dia butuh pertolongan.
LionFist : *masih shock* kalian...
Knight : tidak ada waktu lagi, cepatlah bawa dia, kami akan menahan Phreeoni disini!!
LionFist : baik!! Increase AGI!!

dan, LionFist pun meraih tubuh Vika yang bersimbah darah itu, dan dia membopongnya kembali ke kota. Sementara itu, Phreeoni semakin marah, karena buruannya diambil. Tapi tetap saja dia tidak bisa mengambil buruannya karena tertahan oleh kawanan penyelamat itu.

LionFist : terimakasih semua!! Walau aku tidak tahu siapa kalian!! Aku ucapkan terima kasih
Bard : tidak masalah, cepatlah, dia sudah sekarat!!

LionFist pun berlari tanpa menengok ke kawanan yang telah menolongnya, sekejap ia berlari dan  sudah cukup jauh hampir sampai ke kota

LionFist : bertahanlah Vika, kita sudah hampir sampai..

seketika itu pula, Vika menyuruh LionFist berhenti...

Vika : LionFist, berhenti lah
LionFist : Vika? kau sudah sadar??
Vika : *uhuk uhuk* aku.. sudah tidak bisa bertahan, percuma kau membawaku ke kota, walau kita tiba disana, pasti aku sudah tiada..
LionFist : apa yang kau katakan? Sudah.. jangan bicara lagi, aku akan membawamu ke kota.
Vika : sudah, tidak apa apa. Tolong turunkan aku disini, aku ingin berbaring
LionFist : *diam, dan menuruti apa yang dikatakan Vika*
Vika : Lion... aku... *uhuk*

saat Vika akan melanjutkan kata katanya, batuknya semakin parah, sampai mengeluarkan darah

LionFist : Vika!! Sudah, diamlah, supaya pendarahanmu berhenti!!
Vika : tidak apa. kau tahu? Kau adalah teman yang terbaik yang pernah aku punya.
LionFist : kau pun juga, kau adalah teman terbaik ku. tapi Vika, sudahlah jangan bicara lagi, pendarahanmu semakin parah!!
Vika : *tersenyum* dan, terimakasih ya sudah mau menemani aku hunt..
LionFist : Vika... kamu... *terdiam sejenak* iya aku berterima kasih juga padamu! /sob

Vika pun tetap berbicara, walau darahnya terus mengalir pelan dari perutnya..
ada kata kata yang ingin dia sampaikan kepada LionFist.

Vika : LionFist pegang tanganku..
LionFist : *memegang tangan vika*
Vika : jadilah monk yang hebat, karena aku akan mengawasimu dari atas sana. Dan jangan bersedih ya jika aku sudah pergi? Karena aku.. aku mencintaimu*tersenyum*

seketika, Vika pun sudah tidak bernafas lagi, dia menutup matanya. dia meninggal kehabisan darah. Genggaman LionFist yang menggenggam tangan Vika semakin erat. Dia memeluk erat tubuh Vika yang sudah dingin itu. Hatinya hancur, air matanya pun mulai menetes, dan perasaannya campur aduk setelah mendengar kata kata yang dikatakan Vika.

LionFist : VIKAAAA!!!!!!!

dan suara teriakannya terdengar sampai ke kota morroc...

Bersambung to Eps 3
T.T

by: Dwi Mega (LionFist)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar